Jurnal faktor-faktor yang mempengaruhi obesitas pada remaja

Faktor Psikologis Ketidakstabilan emosional akan menyebabkan individu cenderung tidak bisa mengontrol diri untuk memilih makanan yag baik bagi tubuh mereka, keadaan psikologis ini yang dapat menyebabkan anak menjadi gizi lebih.

Memiliki teman-teman atau keluarga merokok. Sedangkan bila kerusakan terjadi pada bagian HVM maka seseorang akan menjadi rakus dan kegemukan. Dalam bungkus rokok itu sendiri dicantumkan peringatan pemerintah bahwa merokok dapat menyebabkan serangan jantung, paru-paru, kanker, impotensi serta gangguan kehamilan dan janin.

Pengaruh Emosional Sebuah pandangan populer adalah bahwa obesitas bermula dari masalah emosional yang tidak teratasi.

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OBESITAS PADA BALITA

Seperti halnya yang diutarakan sebagai berikut: Hipotalamus mengandung lebih banyak pembuluh darah dari daerah lain pada otak, sehingga lebih mudah dipengaruhi oleh unsur kimiawi dari darah.

Dari fakta tersebut ada 2 kemungkinan yang terjadi, pertama remaja tadi terpengaruh oleh teman- temannya atau bahkan teman-teman remaja tersebut dipengaruhi oleh diri remaja tersebut yang akhirnya mereka semua menjadi perokok.

Switzerland, ; pp: Ensiklopedia Amerika dalam soekidjo, Pertama, yang disebut dengan pola makan tradisional Korea, merupakan pola makan yang banyak mengkonsumsi Kimchi dan nasi, ikan dan rumput laut. Hal tersebut juga merupakan cara-cara yang penting dimana individu-individu terpadukan menjadi himpunan masyarakat yang terorganisir dan teratur.

Obesitas pada anak balita di Indonesia menunjukkan angka peningkatan yang cukup tinggi dan perlu mendapat penanganan yang cukup serius mengenai penyebab, tindakan pencegahan, dan upaya pengobatannya.

Pemahaman gizi yang keliru Tubuh yang langsing sering menjadi idaman bagi para remaja terutama wanita remaja. Tujuan penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: Masuknya produk-produk makanan baru yang berasal dari negara lain secara bebas mempengaruhi kebiasaan makan para remaja.

Bimbingan orang yang lebih tua sangat dibutuhkan oleh remaja sebagai acuan dalam menghadapi masalah. Obesitas mempunyai korelasi yang kuat dengan morbiditas dan mortalitas. Latihan fisik dapat meningkatkan kemampuan fungsional kardiovaskular dan menurunkan kebutuhan oksigen otot jantung yang diperlukan pada setiap penurunan aktifitas fisik seseorang.

Usaha Yang Sifatnya Bimbingan Usaha ini dapat mencakup hal-hal sebagai berikut: Di dalam menghadapi kenakalan anak pihak orang tua hendaknya dapat mengambil dua sikap bicara yaitu sikap atau cara-cara yang bersifat preventif dan cara yang bersifat represif Afriani, Report of a WHO consultation.

Lingkungan Dapat Mempengaruhi Obesitas Pada Anak

Tetapi sering kali anda tidak dapat memperhatikan pola makan anda yang berlebihan dan sering mengkonsumsi makanan yang instan. Aktifitas fisik Aktifitas fisik atau disebut juga aktifitas eksternal adalah sesuatu yang menggunakan tenaga atau energi untuk melakukan berbagai kegiatan fisik, seperti berjalan, berlari, berolahraga, dan lain-lain.

Merokok menghambat buang air kecil. Menanamkan kesadaran agar anak bersemangat mencapai hasil sebaik-baiknya dalam kehidupan sehari-hari. Hal lain yang juga tidak kalah penting adalah cobalah untuk berolahraga secara teratur dan menjaga agar emosi anda tetap terkendali.

Data asupan makanan dari empat studi NHANES secara berurutan menunjukkan bahwa peningkatan jumlah dan densitas energi makanan yang dikonsumsi berhubungan secara paralel dengan peningkatan prevalensi obesitas pada populasi Amerika Serikat. Meski mood remaja yang mudah berubah-rubah dengan cepat, hal tersebut belum tentu merupakan gejala atau masalah psikologis Atkinsom, Berbagai faktor meliputi fisiologis, psikologis, dan faktor-faktor sosial menjadi alasan seseorang remaja menjadi perokok sentika, Tinjauan umum tentang lingkungan sekolah.

Dia akan dihinggapi oleh penyesalan diri, rasa bersalah, murung, serta tertekan. Mohon klik tombol Share atau tombol Tweet dibawah ini untuk mendukung blog ini anggap saja sebagai ucapan terima kasih dari anda he he he.

Desain penelitian yang digunakan adalah case control dengan pendekatan retrospektif, penelitian ini dilaksanakan di wilayah Puskesmas Banguntapan III Bantul Yogyakarta periode bulan Desember Juli Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Retrospektif.

Mereka menggunakan rokok bila perasaan tidak enak terjadi sehingga terhindar dari perasaan yang lebih tidak enak.Kurdanti Weni, Suryani I, Syamsiatun N H, Siwi L P, Adityanti M M, Mustikaningsih D, Sholihah K I,Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Obesitas Pada Remaja, Jurnal Gizi Klinik Indonesia.

Volume 11 Hal Di akses https://publikasi justgohostelbraga.com pada tanggal 25 juli Author: Sri Hartutik. · Jurnal Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada remaja Abstract: The cause of obesity in adolescents is multifactorial. Increased consumption of fast food (fast food), lack of physical activity, genetic factors, influence of advertising, psychological factors, socioeconomic status, diet, age, and gender are all factors that contribute to changes in energy balance and lead to5/5(1).

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OBESITAS PADA BALITA Arifah Istiqomah, Sri Sundari, Hesty Rika Wulandari Akademi Kebidanan Ummi Khasanah, Jl. Pemuda Gandekan, Bantul e-mail: [email protected] Abstract: Factors Affecting The Obesity in Children.

· PERILAKU SEBAGAI FAKTOR PENYEBAB OBESITAS PADA REMAJA Obesitas pada remaja dapat terjadi karena berbagai perilaku tidak sehat, seperti asupan makanan berlebih, dan kurangnya aktivitas fisik.

Asupan makanan berlebih atau frekuensi makan yang lebih dari 3 kali dalam sehari dapat menyebabkan timbunan energy dalam bentuk lemak dalam tubuh. Lingkungan dapat mempengaruhi obesitas pada anak.

Taman dengan tanaman hijau dapat membantu siswa agar ramah terhadap lingkungan dan membangkitkan minat untuk berolahraga. Kebanyakan taman bermain sekolah di Kanada berupa hamparan aspal yang tandus dengan tempat duduk kecil.

obesitas dapat terjadi pada usia anak-anak, remaja hingga dewasa. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko yang paling berhubungan dengan obesitas pada anak ( tahun), menggunakan sumber data sekunder data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun Prevalensi obesitas (persentil >95) pada anak rentang usia tahun sebesar 8,3%.

Jurnal faktor-faktor yang mempengaruhi obesitas pada remaja
Rated 5/5 based on 49 review