Penurunan berat badan pada diare akut persisten dan kronik

Beberapa parasit yang sering menyebabkan diare meliputi Giardia, Crytosporidium, dan Entamoeba Histolytica. Kehilangan air dehidrasi Dehidrasi terjadi karena kehilangan Substansi hipertonik air lebih banyak dari pemasukan nonabsorbsi menyebabkan air peningkatan tekanan b.

Pada diare kronik kadar seng berkurang dengan bertambah beratnya penyakit sehingga 24 pemberian seng dapat memperbaiki status seng penderita. Tatalaksana intoleransi laktosa hanya diberikan jika diare terus menerus ini menghambat perbaikan secara umum.

Tipe 2, berhubungan dengan malabsorbsi asam empedu idiopatik 3. Dengan pemberian air tajin maka dapat dihasilkan cairan yang hipo-osmotik sehingga dapat meningkatkan absorpsi air dan memungkinkan penurunan cairan dalam ileum. Penderita baru dengan diare persisten sebaiknya dirawat inap untuk mencari etiologi dan.

Obat antidiare Pemberian obat antidiare seperti difenoksilat, loperamid, dan obat pengeras tinja seperti kaolin, pektin, arang aktif, attapulgit, smectite tidak dianjurkan. Penelitian pada bebrapa kasus mendapatkan bahwa pemberian vitamin A dapat mengurangi resiko diare.

Oralit efektif untuk sebagian besar penderita diare kronik. Pemeriksaan tinja spesifik antara lain meliputi tes enzim pankreas, seperti tes fecal elastase, tes pH tinja atau adanya subtansi yang mereduksi pada pemeriksaan tinja, serta kultur tinja. Saunders; Cairan diberikan dalam waktu 2 jam.

Manajemen Nutrisi Manajemen terhadap nutrisi merupakan bagian yang terpenting karena adanya hubungan yang kuat antara diare persisten dengan terjadinya malnutrisi, intoleransi laktosa dan kemungkinan terjadinya defisiensi mikronutrien.

Pada terjadinya deplesi protein, regenerasi morfologik dan fungsional usus halus akan terganggu, ini menimbulkan malabsorpsi yang menyeluruh dan diare yang terus menerus, dan terjadilah lingkaran setan.

Jumlah kebutuhan Na dalam satuan meq: Motilitas usus yang bertambah berhubungan dengan isi usus yang meninggi seperti pada diare osmotikinflamasi usus dan keadaan-keadaan terdapatnya circulating humoral agents seperti prostaglandin dan serotonin yang meningkat secara aktif.

152 Diare Kronik dan Diare Persisten

Kolestiramin sangat aktif dalam mengendalikan diare untuk tipe 2, yaitu malabsorbsi asam empedu idiopatik, dimana pada kondisi ini karena ketidakmampuan enterocyte untuk mensintesis protein FGF19, terlibat dalam downregulation yang mensintesis asam empedu di hati, menyebabkan kandung empedu melebar dan peningkatan refluks asam empedu ke dalam usus sehingga menyebabkan diare.

Diare kronik berarti diare yang melebihi jangka waktu 15 hari sejak awal diare.

Bakteri tumbuh lampau, malabsorbsi asam empedu, malabsorbsi lemak Dalam keadaan normal, usus halus anak adalah relatif steril. Cara pemberian rehidrasi intravena sama dengan pemberian pada diare akut.

Infeksi protozoa: Beri makanan sedikit-sedikit dengan frekuensi yang lebih sering Memberi perhatian khusus agar anak dapat makan dalam jumlah cukup Pemberian makanan ekstra, minimal sampai 2 minggu setelah sakit. Campylobacter merupakan penyebab diare kuman yang ditemukan dalam tinja selama berlangsungnya penyakit dan menghilang pada saat penyembuhan, kadang terdapat pula dalam biakan darah penderita.

Banyak penelitian menunjukkan keunggulan dari reduced osmolarity rehiydration solution dibandingkan dengan standar cairan rehidrasi oral WHO. Apakah disertai muntah? Use and indication of cholestyramine and bile acid sequestrants. Diare dapat dibagi menjadi akut kurang dari 14 hari dan persisten lebih dari 14 hari dan kronik lebih dari 1 bulan.

Zinc sangat dibutuhkan untuk menjaga integritas dan fungsi status imunitas tubuh. Hal tersebut terjadi melalui mekanisme limfo-proliferatif dan efek anti-oksidan.

Infeksi bakteri: Mekanisme diare pada gastroenteropati alergik masih perlu diselidiki, walaupun terdapat alasan untuk meduga bahwa mukosa rusak dan fungsi terganggu.

Kedua dihidroxy bile acids dan hydroxy fatty acids merupakan well estabilished colonic secretagogues dan menyebabkan diare. Diare sekretorik: Termasuk dalam jenis diare sekretorik b.

Persistent Diarrhea:(IDAI UI) klasifikasi berdasarkan Waktu: akut dan kronik dan persisten etiologi: infeksi dan non infeksi Mekanisme patof: OSEM Diare kronik, yaitu diare yang gejala dan tanda sudah berlangsung > 2minggu sebelum datang berobat atau sifatnya berulang.

(IDAI UI) Diare persisten adalah episode diare yang diperkirakan penyebabnya adalah infeksi dan mulainya sebagai diare akut tetapi berakhir. Diare dapat dibagi menjadi akut (kurang dari 14 hari) dan persisten (lebih dari 14 hari) dan kronik (lebih dari 1 bulan). B. Patofisiologi Diare terjadi bila terdapat gangguan transpor terhadap air dan elektrolit padaAuthor: Dephi Niez.

Pada umumnya, diare dapat dibedakan berdasarkan lama kejadiannya, yaitu diare akut dan diare kronis. Banyak kondisi yang dapat menjadi penyebab diare akut maupun kronik. Penggunaan kolestiramin bermanfaat pada diare kronik karena infeksi usus karena bakteri karena kemampuannya dalam mengikat endotoksin, respon yang baik pada kasus diare intractable dan respons yang baik kasus diare persisten pada anak dengan kombinasi kolestiramin dengan gentamisin dan.

Diare kronik atau persisten berhubungan dengan faktor. risiko yang dimiliki pasien seperti umur, status gizi, status ekonomi yang rendah, penghentian ASI, riwayat. diare berulang, pemakaian. Pada penelitian selanjutkan didapatkan bahwa zinc bisa digunakan sebagai obat pada diare akut, diare persisten, sebagai pencegahan diare akut dan persisten serta diare berdarah.

Dalam penelitian biaya untuk diare dengan menggunakan zinc dikatakan zinc bisa menekan biaya untuk diare. Pemberian zinc untuk pengobatan diare bisa menekan penggunaan antibiotik yang tidak justgohostelbraga.com: Medicanie.

Referat Penatalaksanaan Diare Persisten Dan Kronis
Penurunan berat badan pada diare akut persisten dan kronik
Rated 4/5 based on 35 review